TAZKIRAH RAMADHAN – RAMADHAN YANG BARAKAH

UZLAH

Oleh : Ketua Urusan Ulama PAS Sepang

Seringkali Ramadan dikaitkan dengan Mubarak- Ramadan al-Mubarak. Ia membawa maksud keberkatan. Jika ditinjau makna berkat di dalam al-Quran, ia membawa erti bertambah dan berkembang. Berkatnya bulan Ramadan apabila kebajikan dilakukan secara berganda-ganda dan pahala pun digandakan oleh Allah.

Allah itu berkat. Ayat: تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (al-A’raf:54)

Quran itu berkat.  وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (al-An’am:155)

Malam Lailatul qadar itu berkat. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (al-Dukhan: 3)

Ramadan itu berkat kerana ia bulan difardukan puasa, diturunkan al-Quran dan terdapat malam Lailatul Qadar. Bukan lailatul Kamdar. Manusia perihatin terhadap rezeki yang halal walau pun tidak semua. Di kalangan mereka yang prihatin terhadap rezeki yang halal, sebahagian sahaja yang prihatin terhadap keberkatan dalam rezeki.

Rezeki yang berkat (bertambah dan berkembang) maksudnya bertambah amal kebajikan.

Bagaimana memperoleh rezeki yang berkat:


1. Istigfar dan taubat kepada Allah SWT dari segala dosa.

Firman Allah SWT tentang Nabi Nuh SAW:

َفقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا {10} يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا {11} وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا {12}

Maksudnya: “…Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).


2. Berpagi-pagi dalam mencari rezki:


Sabda Nabi SAW:

اَللّهُمَّ بَارِكْ ِلأُمَّتِي فِى بُكُوْرِهَا

Maksudnya: “Ya Allah, berilah berkah untuk umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).


3. Bertaqwa kepada Allah SWT:


Firman Allah SWT:

وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ

Maksudnya: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.. (QS. Ath-Thalaaq: 2-3).

Firman Allah SWT:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {96}

Maksudnya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf: 96).


4. Menjauhi semua maksiat:

Firman Allah SWT:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ {41}

Maksudnya:  Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Ruum: 41).

5. Tawakkal kepada Allah SWT:

Pengertiannya: bergantungnya hati hanya kepada Allah SWT semata-mata.

Firman Allah SWT:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا {3}

Maksudnya:  Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 3).


Dari ‘Umar bin Khaththab r.a, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقٌ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَعُوْدُ بِطَانًا.

Maksudnya:  Jika kalian bertawakkal kepada Allah SWT dengan sebenarnya, niscaya Dia SWT akan memberi rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rizki kepada burung, ia berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali dalam kondisi kenyang.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: